Articles by "Padang Sumbar"

Showing posts with label Padang Sumbar. Show all posts

Jejaring,
PADANG (SUMBAR)___ Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tampil sebagai narasumber dalam program Dialog Sumbar Bicara di TVRI Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025). Dalam dialog bertema “Persiapan Sumatera Barat Melaksanakan Konferensi Wakaf Internasional” itu, Mahyeldi berbicara tentang kesiapan Pemprov Sumbar menyambut acara besar tersebut. Turut hadir pula KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., Dewan Pengawas Syariah ASFA Foundation sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka.

Mahyeldi menjelaskan, Konferensi Wakaf Internasional akan digelar pada 15–16 November 2025 di Kota Padang dengan tema “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

“Konferensi ini juga sekaligus memperingati 80 tahun Sumatera Barat dan 100 tahun Gontor,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, persiapan acara sudah dilakukan sejak enam hingga tujuh bulan lalu melalui berbagai rapat dan diskusi. Pemerintah menargetkan lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri akan hadir.

Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir, di antaranya mantan Wakil Presiden RI, Ketua MPR, Menteri Agama, Ketua BWI, Ketua BAZNAS, serta ulama dan akademisi dari berbagai negara seperti Mesir, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, dan Malaysia. Salah satu yang dinantikan adalah kehadiran Dr. Amir Bahjat, cucu dari Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Mahyeldi menegaskan, konferensi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti besar wakaf. Ia menilai, jika dikelola dengan baik, wakaf bisa menjadi instrumen kuat untuk pembangunan ekonomi dan sosial.

“Wakaf bukan hanya ibadah, tapi juga solusi nyata untuk membangun umat. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi kekuatan ekonomi dan mengatasi kesenjangan sosial,” katanya.

Mahyeldi mencontohkan pengelolaan wakaf di Pondok Modern Gontor. Dulu, pesantren ini hanya berdiri di atas lahan 17 hektare. Kini, luasnya sudah mencapai lebih dari 1.700 hektare dengan aset yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Sumatera.

Ia berharap, konferensi ini bisa menjadi langkah awal agar Sumatera Barat menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan wakaf yang produktif. Acara juga akan diisi dengan pelatihan bagi para nazir dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Harapan kita, konferensi ini melahirkan rekomendasi yang bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan wakaf, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Mahyeldi.

Sementara itu, KH. Anang Rikza Masyhadi menyampaikan pandangannya bahwa wakaf memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Islam. Menurutnya, tidak ada peradaban Islam yang berdiri tanpa jejak wakaf di dalamnya.

“Bicara wakaf itu bicara peradaban. Dalam sejarah Islam, semua kemajuan peradaban pasti ada jejak wakafnya. Mulai dari Masjid Quba, Masjid Nabawi, sampai Al-Azhar di Kairo semuanya berdiri karena wakaf,” jelasnya.

Ia menambahkan, wakaf merupakan instrumen sosial yang bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur.

“Kalau dikelola dengan baik, wakaf bisa menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat,” ujarnya.

KH. Anang juga mencontohkan kisah berdirinya Pondok Modern Gontor yang awalnya didirikan oleh tiga bersaudara yatim. Mereka mewakafkan warisan orang tuanya untuk mendirikan lembaga pendidikan, yang kini telah berusia satu abad dan melahirkan ribuan ulama, pemimpin, dan tokoh masyarakat.

“Gontor itu contoh nyata bagaimana wakaf melahirkan manusia unggul. Dari manusia lahir lembaga, perusahaan, dan pemimpin yang terus membawa manfaat bagi umat,” katanya.

Ia menegaskan, wakaf adalah investasi peradaban yang hasilnya bisa dirasakan lintas generasi. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih sadar dan aktif dalam berwakaf, agar potensi besar yang ada bisa benar-benar menjadi kekuatan ekonomi umat. 

#adpsb/cen

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Lomba "Padang Rancak Award" sudah ditabuh sejak 1 November lalu. Hingga kini, baru 25 persen Rukun Tetangga (RT) di Kota Padang yang mendaftarkan diri di aplikasi "Padang Mobile". 

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Selasa (4/11/2025), sebanyak 867 RT dari 3.450 RT telah mendaftar. 

Kecamatan Nanggalo berada di peringkat teratas capaian pendaftaran RT di aplikasi Padang Mobile. Kecamatan ini telah mendaftarkan 105 RT dari sebanyak 232 RT yang ada (45,3 persen). 

Kemudian diikuti Kecamatan Lubuk Begalung yang telah mendaftarkan 194 RT dari 516 RT yang ada (37,6 persen). Selanjutnya, Kecamatan Pauh telah terdata di Padang Mobile sebanyak 58 RT dari 186 RT (31,2 persen). 

Kecamatan selanjutnya yakni Padang Barat sudah mendaftarkan 71 RT dari 230 RT yang ada (31,2 persen). Kemudian Lubuk Kilangan telah mendaftarkan 52 RT dari 196 RT yang ada (26,5 persen). 

Bungus Teluk Kabung mendaftarkan 25 RT dari 106 RT (23,6 persen). Kecamatan Padang Timur mendaftarkan 67 RT dari 319 RT (21 persen). 

Kecamatan Koto Tangah mendaftarkan 145 RT dari 702 RT (20,7 persen). Selanjutnya Padang Utara mendaftarkan 54 RT dari 271 RT (19,9 persen). Kemudian Kuranji mendaftarkan 69 RT dari 416 RT (16,6 persen). Sedangkan Padang Selatan mendaftarkan 27 RT dari 276 RT (9,8 persen). 

Masih minimnya perhatian Ketua RT dalam mengikuti lomba Padang Rancak Award cukup mendapat atensi Wali Kota Padang Fadly Amran. Seluruh Ketua RT diimbau untuk segera mendaftarkan diri di aplikasi Padang Mobile. 

"Saya mengajak seluruh warga Kota Padang, terutama Bapak dan Ibu Ketua RT, untuk mengikuti lomba Padang Rancak Award 2025," imbau Fadly Amran, Selasa sore. 

Fadly mengatakan teknis pendaftaran lomba Padang Rancak Award cukup mudah. Hanya mendaftarkan diri melalui aplikasi Padang Mobile. 

"Caranya mudah, cukup dengan mendaftarkan RT masing-nasing di aplikasi Padang Mobile, kita semua harus perlu akrab dengan aplikasi ini," kata wali kota. 

Wali Kota juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Mewujudkan RT yang indah, bersih dan nyaman. 

Lomba Padang Rancak Award ditabuh mulai 1 November hingga 1 Desember 2025. Tahap I (Penilaian Mandiri) berlangsung dari 1 hingga 15 November. Pada tahap ini, seluruh Ketua RT mengisi formulir di aplikasi Padang Mobile. Indikatornya adalah cakupan layanan LPS, cakupan layanan Bank Sampah, tingkat kepatuhan pemilahan, dan tingkat pengolahan sampah organik di sumber.

Tahap II (Penilaian oleh Pimpinan Wilayah) dilakukan pada 10-17 November. Camat, Lurah, dan RW wajib melakukan penilaian klasifikasi (A, B, C) di aplikasi dengan komposisi seimbang. Indikatornya meliputi aspek kebersihan, keindahan, ketertiban, kondisi drainase, pengelolaan sampah, ketertiban PKL, ketiadaan bangunan liar, serta kerapian taman atau halaman rumah warga.

Kemudian di Tahap III, dilakukan Verifikasi Lapangan (18-21 November). Hasil penilaian akan diverifikasi oleh 300 mahasiswa berdasarkan pedoman dari tim juri. Verifikasi ini akan mengecek 600 RT nominasi terbaik, mencakup indikator gotong royong, kepemimpinan RT/RW, layanan penuh sampah, kebersihan jalan dan drainase, penghijauan, pemilahan sampah, ketertiban tata ruang, pengelolaan air limbah, keamanan, dan kinerja LPS/Bank Sampah.

Sementara, Tahap IV dilaksanakan sebagai Penilaian Final oleh tim juri, penilaian ini dilakukan tanggal 24 November hingga 1 Desember. Tim juri (terdiri dari akademisi, jurnalis, dan LSM/KSM) akan turun langsung menilai konsistensi gerakan warga, inovasi, serta dampak nyata di lingkungan untuk memilih RT, RW, LPS, dan Bank Sampah terbaik.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 1 Desember 2025. Hadiah tingkat kota disediakan sebesar Rp10 juta masing-masing untuk LPS dan Bank Sampah terbaik, serta Rp8 juta masing-masing untuk RW dan RT terbaik. Selain itu, disediakan hadiah untuk 33 RW dan 231 RT pemenang di Tingkat Kecamatan, dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang kembali diuji. Melalui program unggulan Pemko Padang Padang Sigap, petugas dengan tangkas bergerak memadamkan kebakaran hebat yang melanda kawasan tepi Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Selasa (04/11/2025) sore.

Kendati api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar satu jam, kebakaran tersebut meninggalkan duka mendalam. Dua warga yang merupakan ibu dan anak meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang dilalap api.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, menyebutkan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.40 WIB dan langsung menurunkan lima unit mobil pemadam serta 65 personel ke lokasi kejadian.

“Begitu laporan masuk, Damkar langsung meluncur ke lokasi. Dalam situasi padat permukiman, kami berupaya keras agar api tidak meluas ke rumah warga lain,” jelas Rinaldi.

Menurutnya, kebakaran tersebut menghanguskan tiga bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat laundry, warung, dan bengkel. Dugaan sementara, api berasal dari bengkel setelah terdengar suara ledakan keras, namun penyebab pastinya masih diselidiki pihak berwenang.

“Korban diduga terjebak saat api mulai membesar. Kami berusaha maksimal melakukan evakuasi di tengah kepulan asap tebal,” tambahnya.

Rinaldi menegaskan, keberhasilan tim dalam mengendalikan api ini tidak lepas dari penguatan program Padang Sigap yang digagas Pemerintah Kota Padang sebagai bentuk pelayanan cepat tanggap bagi masyarakat.

“Program Padang Sigap menjadi wujud nyata pelayanan cepat terhadap masyarakat. Setiap laporan kebakaran kami tangani maksimal dengan prinsip cepat, tepat, dan tanggap,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata, Dio, mengaku panik saat melihat kobaran api yang begitu cepat membesar.

“Saya baru pulang, apinya sudah besar sekali. Rumah saya di sebelahnya, jadi saya langsung bantu warga lain menyelamatkan barang,” ujarnya.

Menurut Dio, api diduga berasal dari arah bengkel setelah terdengar suara ledakan keras.

“Saudara saya mendengar suara ledakan dari arah bengkel, tak lama api langsung membesar,” katanya.

Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian. Jenazah dua korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kehadiran progul Padang Sigap di tengah kepanikan warga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memberikan pelayanan cepat dan tanggap demi keselamatan masyarakat. 

#Taufik/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Kota Padang mendapat tambahan armada baru Trans Padang. Bus massal kali ini terbilang ramah bagi penyandang disabilitas. 

Direktur Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM), Alvino Martha membenarkannya, Selasa (04/11/2025). Menurutnya, kendaraan itu memang berbeda dibanding bus sebelumnya. 

"Benar, bus kali ini cukup ramah dengan penyandang disabilitas," katanya. 

Bus Trans Padang terbaru memiliki pintu masuk yang berbeda dari armada sebelumnya. Biasanya, armada Trans Padang hanya memiliki pintu masuk di bagian depan dan tengah.

"Namun armada kali ini mempunyai pintu masuk di bagian depan dan bagian belakang," jelas Alvino Martha. 

Nantinya, para penyandang disabilitas akan dapat menaiki bus melalui pintu belakang. Di bagian belakang itu nantinya para penyandang disabilitas ditempatkan dan tidak terganggu oleh penumpang lain. 

"Di bagian belakang bus nantinya dapat memuat sebanyak dua atau tiga kursi roda," ungkap Direktur Perumda PSM itu. 

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Ances Kurniawan menyebut, sepuluh bus Trans Padang itu seharusnya sudah mengaspal pada tanggal 1 November lalu. Namun bus itu belum seluruhnya sampai di Padang. 

"Harusnya sudah mengaspal, namun belum karena belum semua bus tiba di Padang," beber Ances. 

Ances memprediksi bus itu sampai di Padang pada pekan depan. Pihaknya berencana akan melaunching pemakaian bus itu pada pekan kedua atau pekan ketiga November ini. 

"Nantinya sepuluh bus akan mengaspal di koridor satu (Pasar Raya - Lubuk Buaya)," pungkas Kadishub Padang.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Sirene gempa dan tsunami bakal berbunyi di Padang pada 5 November 2025. Bunyi sirene itu merupakan bagian dari latihan evakuasi mandiri kesiapsiagaan dari bencana gempa dan tsunami di Padang.  

Sirene berbunyi pada pukul 10.00 WIB. Ketika sirene tanda gempa dibunyikan, warga diimbau untuk kemudian menyelamatkan diri. Apabila sedang berada di dalam ruangan, warga diharapkan untuk segera keluar ruangan jika memungkinkan. 

“Segera keluar ruangan untuk menghindari bahaya,” kata Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (3/11/2025). 

Apabila tidak memungkinkan untuk keluar ruangan, warga diharapkan segera mencari tempat yang aman. Seperti di bawah meja, sudut ruangan, di bawah kusen pintu dan sebagainya. 

“Jika berada di luar ruangan, maka berlindung, hindari benda-benda yang mungkin menimpa, seperti pohon, tembok, tiang dan kabel listrik, papan reklame, dan lainnya,” ujar Fadly Amran. 

Ketika tanda gempa bumi berakhir, warga segera menuju titik kumpul dan mengecek kondisi anggota keluarga. Empat menit setelah sirene gempa berbunyi, akan dibunyikan sirene susulan, tanda akan terjadi tsunami.

“Ketika tanda tsunami berbunyi pukul 10.04 WIB, warga yang berada di zona merah tsunami segera berjalan cepat menuju tempat evakuasi sementara (TES), tempat evakuasi akhir atau tsunami safe zone terdekat, serta mengecek kembali kondisi anggota keluarga,” kata wali kota.

Simulasi ini diperkirakan berakhir pukul 11.00 WIB. Warga kemudian kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah Kota Padang berharap, 200.000 warga di 55 kelurahan mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tertib.

#Charlie/Niken 

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Kota Padang bakal melaksanakan latihan / simulasi evakuasi mandiri gempa dan tsunami. Kegiatan ini dilakukan 5 November 2025 nanti.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebut, kesiapan simulasi gempa dan tsunami mendekati rampung. Pihaknya bahkan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di zona merah tsunami.

“Iya, kesiapan sudah kita lakukan jauh-jauh hari dan kini mendekati rampung,” ungkap Hendri Zulviton kepada Diskominfo Padang, Senin (3/11/2025).

Hendri mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian melaksanakan seminar, workshop, gladi peta dan gladi ruang, serta kegiatan lainnya. Termasuk melakukan edukasi kepada seluruh warga.

“Pamflet juga sudah kita sebar ke masyarakat, sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui apa yang harus dilakukan saat itu,” jelas Hendri Zulviton.

Nantinya, pada tanggal 5 November, seluruh warga Kota Padang (di zona merah), akan melakukan latihan simulasi. Tepat pada pukul 10.00 WIB akan dibunyikan sirene tanda terjadinya gempa. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan bunyi sirene tanda tsunami. Warga berjalan cepat ke Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditetapkan.

“Warga silahkan membuka website www.padang.go.id untuk melihat langsung di mana titik tempat evakuasi sementara,” kata Kalaksa.

Hendri mengimbau kepada warga Padang yang berada di zona merah untuk dapat mengikuti kegiatan simulasi tersebut dengan serius dan tertib. Menghindari terjadinya kecelakaan atau kejadian yang dapat membahayakan.

“Kegiatan yang kita lakukan ini adalah edukasi pendidikan kebencanaan yang secara serentak di 55 kelurahan,” ucap Kalaksa BPBD Padang itu.

#Charlie

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Setelah resmi terbentuk di semua kelurahan se-Kota Padang, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) diminta langsung mengebut penyediaan lahan untuk pembangunan gerai sebagai pusat usaha masing-masing KKMP.

Percepatan penyediaan lahan pembangunan gerai tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi KKMP di Ruang Rapat Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Senin (3/11/2025).

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyebut bahwa pengurus KKMP yang sudah terbentuk harus membangun koordinasi dengan lurah, camat, dan dinas terkait agar lahan pembangunan gerai sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dalam Inpres tersebut dijelaskan bahwa lahan yang harus disediakan adalah seluas 1.000 meter.

"Kita harus berpacu dengan waktu untuk menyediakan lahan pembangunan gerai ini. Untuk lahan dapat digunakan milik Pemko Padang, Pemprov Sumbar, dan juga lahan milik TNI," kata Maigus Nasir.

Tidak hanya ketersediaan lahan, hal yang tidak kalah penting menurut Maigus Nasir adalah lokasi dari lahan tersebut.

"Karena usahanya nanti adalah swalayan modern. Gerai KKMP harus jadi tempat pemasaran dari produk-produk UMKM, , maka tempatnya juga harus strategis," terang Maigus Nasir.

Keberadaan KKMP dalam pengembangan UMKM, kata dia, harus sejalan dengan Program Unggul (Progul) Pemko Padang, yaitu UMKM Naik Kelas.

"Ini kerja teamwork semua OPD. Bagaiman koperasi ini sejalan dengan Progul UMKM Naik Kelas, sehingga perekonomian masyarakat menjadi makin hidup dan terus bergerak ke arah lebih baik," kata dia.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi menerangkan bahwa pihaknya akan menunjuk satu KKMP percontohan di setiap kecamatan.

"Usaha-usaha dasar adalah penyalur sembako subsidi dan KKMP ini didorong jadi ritel modern di masing-masing kelurahan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Barat, Endrizal yang ikut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa unit usaha KKMP nanti diharapkan dapat menggali potensi masing-masing kelurahan.

"KKMP ini harus menjadi harapan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Koperasi jadi distributor tingkat kelurahan yang mengisi warung-warung di kelurahan," katanya. 

#Taufik 

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir merasa gusar dengan kondisi yang terjadi saat ini. Tawuran terjadi di mana-mana. Anak remaja menjadi korban tawuran. 

"Tawuran terjadi pada malam hari, tentunya ini cukup membuat kita gusar," ungkap Maigus Nasir di sela-sela membuka Sosialisasi Penguatan Lembaga Adat yang dihadiri seluruh Bundo Kanduang, di Balai Kota Padang, Senin (3/11/2025). 

Maigus menilai, terjadinya tawuran dan aksi kriminalitas karena banyak anak-anak yang "ba huru-huru" (keluyuran) tidak tentu arah. Mereka berkumpul dan membuat genk. Sehingga terjadi gesekan yang mengakibatkan tawuran. 

Dijelaskan Maigus, saat ini lebih 17.000 anak di Sumatera Barat tidak bersekolah. Sebanyak 7.000 di antaranya berada di Kota Padang. Penyebabnya pun beragam. 

"56 persen di antaranya karena pergaulan, berhenti sekolah karena dibawa teman," ujar Wawako. 

Selain itu, 25 persen anak di antaranya tidak bersekolah karena masalah ekonomi. Sedangkan 15 persen lainnya karena anak berkebutuhan khusus. 

"Angka ini cukup memprihatinkan dan tentunya ancaman untuk kita," ungkap Maigus. 

Wawako menilai, agar anak terkontrol dengan baik, perlu pendidikan yang baik kepada anak. Pendidikan terbaik berasal dari keluarga. 

"Pendidikan paling utama itu di keluarga, Bundo (ibu) yang paling menguasai," terang Maigus. 

Peranan Bundo Kanduang menjadi penting. Karena menurut Wawako Maigus, apabila Bundo salah didik, akan hancur masa depan anak.

"Nasib anak cucu ada di tangan Bundo Kanduang, apakah anak membawa rahmat atau bencana, semua itu Bundo yang menentukan," ungkap Wawako Padang. 

Kegiatan Sosialisasi Penguatan Lembaga Adat Bagi Bundo Kanduang dibuka Wawako Maigus Nasir. Di kesempatan itu, hadir Ketua GOW Padang, Ny Srihayati Maigus Nasir, Kabag Kesra Setdako, Jasman, dan lainnya. 

Kabag Kesra Jasman menuturkan, kegiatan sosialisasi bertajuk "Peran Bundo Kanduang dalam Mewariskan Nilai-Nilai Adat Budaya dan Agama Bagi Generasi Muda untuk Mendukung Smart Surau" itu digelar di Ruang Rapat Bagindo Aziz Chan, Balai Kota. Kegiatan melibatkan 110 Bundo Kanduang dari tiap nagari di Padang.

"Karena kita tahu, Bundo Kanduang merupakan pilar terdepan dalam upaya mewariskan nilai-nilai adat, budaya dan agama bagi generasi muda untuk mendukung Smart Surau. Sebab itu eksistensi Bundo Kanduang di tengah mayarakat keluarga generasi muda akan berdampak positif terhadap kelancaran program Smart Surau," pungkas Kabag Kesra.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Efisiensi anggaran tidak menyurutkan niat Wali Kota Padang Fadly Amran untuk terus bekerja dan berbuat bagi daerahnya. Bahkan wali kota bertekad agar program kerja dapat terus berjalan semestinya. 

Rencana kerja yang akan direalisasikan pada tahun 2026 yakni revitalisasi di sejumlah titik. Seperti revitalisasi kawasan pinggir Pantai Padang serta revitalisasi Pasar Raya. 

"Revitalisasi itu menjadi prioritas utama," kata Fadly Amran, Minggu (2/11/2025). 

Fadly Amran menyebut, efisiensi anggaran tidak menghalangi Pemko Padang untuk berbuat bagi masyarakat. Revitalisasi di dua kawasan strategis (pantai dan pasar raya) akan tetap dilanjutkan di tahun 2026 meski tengah efisiensi anggaran.  

Wali Kota berencana, tiga kawasan akan saling terkoneksi. Nantinya, wisatawan akan dapat merasa nyaman saat melancong di tiga kawasan, yakni Pantai Padang, Kota Tua, serta Pasar Raya. 

"Saya ingin nantinya mereka (wisatawan) berjalan dengan nyaman di ketiga titik itu," harap Fadly Amran. 

Revitalisasi Pasar Raya beserta pasar satelit lain memang sudah menjadi program prioritas Pemko Padang lima tahun ke depan. Pemko Padang telah menyiapkan detail engineering design (DED) serta alokasi anggaran untuk pembenahan pasar, termasuk peningkatan fasilitas penunjang.

Revitalisasi pasar tidak hanya sebatas penataan fisik, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pedagang. Wali Kota berkeinginan Pasar Raya kembali menjadi pusat ekonomi yang maju, tertata, dan membanggakan masyarakat Kota Padang.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan dukungan pedagang, revitalisasi Pasar Raya diharapkan menjadi momentum kebangkitan perdagangan rakyat sekaligus penggerak perekonomian lokal yang berdaya saing.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Hubungan persahabatan antara Kota Padang dengan Hildesheim (Jerman) sudah berlangsung puluhan tahun. Meski telah berlangsung sejak tahun 1988, akan tetapi hubungan kedua kota itu semakin hangat dan bersahabat. 

Eratnya persahabatan kedua kota nampak jelas saat dilangsungkannya kegiatan Indonesischen Abends (Malam Indonesia) di Rathaus, Gedung Wali Kota Hildesheim, Jerman Utara, Kamis (30/10/2025) lalu.

Kegiatan yang digagas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Hildesheim dan Diaspora Indonesia itu bertujuan untuk merayakan dan mempererat hubungan kerja sama kota kembar (sister city) antara Kota Padang dan Kota Hildesheim. 

Kepala Bagian Kerjasama Setdako Padang, Otto Sarbi Damanik, saat dikonfirmasi Diskominfo membenarkannya. Kegiatan Malam Indonesia itu dibuka dengan pameran fotografi karya Michell Rohmann, seorang ahli lingkungan yang turut berperan dalam proyek pengelolaan sampah di Kota Padang pada periode 2021–2022. 

"Rohmann juga turut memberikan paparan mengenai hasil dan dampak proyek yang telah dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Padang," ungkap Damanik, Minggu (02/11/2025). 

Di pameran itu ditampilkan foto-foto hasil karya mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Sagonese e.V.. Melalui riset visual mereka, para mahasiswa mengangkat tema dampak sosial dan ekologis dari perubahan iklim serta tsunami di wilayah Kepulauan Mentawai. Tentunya karya yang dipamerkan semakin menambah kedalaman reflektif pada acara budaya ini.

"Di kegiatan itu pengunjung dihibur dengan penampilan musik dan tari tradisional dari Sumatera Barat. Tari "Rampak" dan "Tari Piring" memukau hadirin dengan gerakan yang energik dan penuh makna, sementara grup musik Indonesia membawakan lagu-lagu daerah seperti "Malam Baiko" dan "Ayam Den Lapeh" yang menghadirkan suasana hangat dan penuh nostalgia," terang Damanik. 

Pada malam itu, Wali Kota Hildesheim, Ingo Meyer, menyampaikan apresiasinya terhadap hubungan yang telah terjalin lama antara kedua kota, serta menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan di berbagai bidang. 

"Saya berencana melakukan kunjungan ke Padang pada tahun 2026 untuk memenuhi undangan dari Wali Kota Padang," jelasnya. 

Di kegiatan itu, Konjen RI Hamburg, Renata Siagian, dan Wali Kota Padang, Fadly Amran, melalui sambutan video, juga menyampaikan penghargaan atas kerja sama yang aktif dan saling menguntungkan ini. Keduanya berharap agar kemitraan antara Padang–Hildesheim dapat terus berkembang dan diperluas ke bidang lain seperti investasi, dan ketenagakerjaan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih lagi bagi masyarakat di kedua kota serta mempererat people-to-people contact antara warga Padang dan Hildesheim. 

Malam Indonesischen Abends ini menjadi perayaan persahabatan lintas budaya dan 
generasi, memperlihatkan bagaimana kerja sama kota kembar dapat melampaui batas 
geografis melalui seni, pengetahuan, dan semangat gotong royong. Kegiatan ini tidak 
hanya mempererat hubungan antar pemerintah kota, tetapi juga menumbuhkan rasa saling pengertian dan kerja sama yang lebih erat di antara masyarakat Padang dan 
Hildesheim.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Wali Kota Padang Fadly Amran kaget sekaligus terkagum-kagum saat melihat belasan skaters (pemain papan seluncur) cilik hadir di event Padang Skateland 2025 di Pantai Padang, Sabtu (1/11/2025). Kehadiran skaters cilik itu "ambiak hati" (mengambil hati) Wako Fadly Amran. 

Melihat belasan anak dengan papan luncur di tangan, Fadly Amran langsung mendatangi. Mereka yang berkumpul di sisi bagian Utara arena seluncur, kemudian ditanyai satu persatu. 

"Wah, ini luar biasa sekali," kata Fadly sambil mendatangi belasan skaters cilik. 

Fadly menanyakan kesan skaters cilik selama di Padang. Termasuk motivator mereka sehingga akhirnya menekuni olahraga papan seluncur. 

"Siapa namanya?," tanya wali kota kepada seorang anak. 

Anak kecil yang ditanyai kemudian menyebutkan namanya. Termasuk kota domisilinya. 

"Saya Zael dari Padang," kata anak tersebut. 

Zael mengaku tertarik menggunakan papan seluncur sejak setahun belakangan. Beruntung orangtuanya memberi dukungan lebih. 

"Mamanya bisa main skateboard?," tanya Fadly Amran. 

Zael pun menggeleng. Pun begitu, anak kecil tersebut nampak senang ketika diwawancarai langsung oleh Wali Kota Padang. 

Fadly Amran sempat menanyai beberapa anak. Bahkan beberapa di antaranya berasal dari luar Sumatera Barat. 

"Kalau yang ini dari mana?," tanya wali kota ke anak kecil lain. 

Lelaki kecil berusia tujuh tahun itu menjawab kalau dirinya berasal dari Jakarta. Setahun lalu dirinya juga pernah ke Padang untuk mengikuti event skateboard. Beberapa anak di antaranya berasal dari Medan. 

"Banyak dari Medan juga ternyata," ujar Fadly Amran. 

Ikut bertandingnya skaters pemula memang menjadi daya tarik tersendiri di gelaran Padang Skateland 2025. Kehadiran mereka menambah kompetitifnya event tersebut, terutama di kalangan anak-anak yang merupakan pemula. 

"Kompetisi ini menciptakan ruang bagi anak kita dan itu penting, karena saat ini yang terutama adalah memberikan kapasitas lebih bagi anak," ungkap Fadly. 

Fadly Amran mengaku bangga dengan kehadiran skaters cilik. Kehadiran mereka diharapkan dapat mengasah bakat dengan baik. 

"Kehadiran anak-anak ini saya bangga sekali, bagi kita yang paling penting bibit unggul ini bisa merepresentasikan permainan papan seluncur di panggung internasional nantinya," harapnya. 

Ketua Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Sumatera Barat, Harry Algamar, mengungkapkan bahwa skatepark di Kota Padang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Dari sepuluh skatepark terbaik nasional, tiga di antaranya berada di Sumbar, yaitu di Payakumbuh, Padang Panjang, dan Padang.

“Event Padang Skateland 2025 ini diikuti lebih dari 75 peserta dari berbagai daerah, termasuk Medan, Kepulauan Riau, bahkan peserta mancanegara dari Malaysia. Event ini berlangsung selama dua hari dan menjadi ajang silaturahmi serta unjuk bakat para skateboarder dari seluruh Indonesia,” tutupnya.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Wali Kota Padang Fadly Amran menyebut bahwa dirinya dalam beberapa kali kesempatan pernah menemui sejumlah warga. Saat pertemuan itu, warga mengeluhkan banyak hal. Salah satunya tentang pelayanan air bersih. 

Fadly membeberkan bahwa ketika itu keluhan yang disampaikan yakni tentang ketersediaan air bersih. Di beberapa tempat air keruh, air mati secara berkala dan lainnya.

"Keluhan-keluhan warga ini tentunya harus jadi perhatian kita (Perusahaan Daerah Air Minum) bersama," kata wali kota, Jumat (31/10/2025). 

Fadly menekankan, segala keluhan warga harus segera dijawab dan ditangani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang. Karena menurutnya, satu keluhan warga bisa jadi merepresentasikan banyak orang.

"Tentunya kita tak hanya menginginkan perusahaan yang profesional, akan tetapi juga cepat tanggap terhadap keluhan-keluhan," sebut Fadly Amran.

Wako menginginkan, Perumda AM dapat mencari langkah-langkah strategis untuk menjawab segala permasalahan di tengah pelanggan. Mencari inovasi dalam menjawab setiap keluhan. 

"Perlu disiasati setiap keluhan itu, seperti kita punya aplikasi Padang Mobile atau Lapor Wali, setiap warga yang melapor di aplikasi, mendapat tiket, untuk kemudian diketahui dan diberi waktu berkala untuk penyampaian solusi, dijawab oleh dinas terkait, semua itu di direct ke saya," ungkap wali kota. 

Perlu Jaminan Ketersediaan Air

Diakui Wali Kota Padang, saat ini kunjungan masyarakat ke Kota Padang cukup luar biasa. Tiket penuh. Hotel juga terisi. Bahkan Fadly menyebut bahwa dirinya juga kedatangan banyak investor. 

"Setiap investor yang datang selalu menanyakan tentang ketersediaan air, listrik, fasilitas insentif, dan lainnya," jelasnya. 

Diakui Fadly, setiap berbicara investasi, memang diperlukan ketersediaan air. Ketersediaan air diperlukan bagi hotel, rumah sakit, dan sarana jasa serta perdagangan. 

Wako meminta, Perumda AM tidak saja fokus pada satu sisi (pelayanan ke masyarakat). Akan tetapi juga fokus kepada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.  

"Jadi Perumda AM ada dua kacamata, pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi," pungkas Fadly. 

Diketahui, pada Jumat (31/10/2025) itu, Wali Kota Padang melantik tiga dewan pengawas Perumda AM Kota Padang. Pelantikan diadakan di Rumah Dinas Wali Kota. Dewan pengawas diketuai Didi Aryadi, serta Hayattul Riski dan Risandi Hidayat sebagai anggota.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama para pimpinan lintas agama berkomitmen memperkuat sinergi dalam membentuk karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keagamaan. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Ormas Keagamaan Kota Padang yang digelar dalam rangka silaturahmi dan kolaborasi penguatan nilai keagamaan bagi generasi muda di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Jumat (31/10/2025). 

Kegiatan ini dihadiri pimpinan lembaga keagamaan, organisasi perempuan, mahasiswa, serta pemuda lintas agama se-Kota Padang. 

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyebut, kolaborasi lintas agama merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak dan berkepribadian kuat.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter,” ujarnya.

Sejalan dengan semangat visi pembangunan yang digagas Wali Kota Padang, yakni menggerakkan seluruh potensi masyarakat untuk kemajuan kota, Maigus Nasir berharap semua elemen masyarakat, khususnya tokoh lintas agama, dapat berperan aktif dan memiliki tanggung jawab bersama dalam pembinaan generasi muda.

"Apapun kegiatan di Kota Padang, harus mencerminkan semangat kolaborasi. Kita ingin seluruh kelompok masyarakat, termasuk lintas agama, bersama-sama bertanggung jawab menciptakan anak-anak kita menjadi generasi berkarakter," jelasnya.

Menurutnya, kekuatan nilai agama merupakan solusi penting dalam menghadapi tantangan moral dan sosial di kalangan anak muda. Pemerintah Kota Padang pun terus mendorong agar nilai-nilai keagamaan dapat dihidupkan kembali melalui wadah pendidikan dan pembinaan berbasis rumah ibadah.

"Kita kembalikan anak-anak kepada nilai agamanya. Anak-anak Islam ke masjid, umat Kristen ke gereja, dan begitu juga bagi umat Hindu serta Buddha ke rumah ibadah masing-masing. Inilah bentuk pembinaan karakter yang berakar pada nilai spiritual," tutur Buya Maigus Nasir. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas agama merupakan salah satu elemen utama demi suksesnya Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi cerdas, beriman, dan berkarakter.

"Smart Surau menjadi semangat bersama bahwa rumah ibadah harus kembali hidup dan berperan aktif membina generasi muda," tegasnya.

Wakil Wali Kota berharap, pertemuan lintas agama ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mempererat komunikasi dan sinergi antar tokoh agama di Kota Padang.

Kabag Kesra Kota Padang, Jasman menyebut, generasi muda sebagai tonggak estafet kepemimpinan ke depan harus memiliki karakter kuat. 

"Langkah kita pembinaan iman generasi muda tentu dalam konteks kerukunan umat beragama," katanya. 

Ketua FKUB Kota Padang, Salmadanis menyatakan, Smart Surau merupakan optimalisasi penggunaan tempat ibadah untuk generasi muda dan pelajar untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. 

"Untuk menjalankan Smart Surau ini, semua tokoh agama harus jadi bagian. Tujuannya mencapai Kota Padang Maju dan Sejahtera. Kalau bisa nanti kita mintakan Wali Kota untuk membentuk Satuan Tugas Pembinaan Agama Lintas Agama Generasi Muda dan Pelajar di Kota Padang," terangnya. 


#Taufik/Ramad 

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. 

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menyerahkan bantuan alat band lengkap kepada sejumlah sekolah di Kota Padang.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di SMP Negeri 5 Padang, Jumat (31/10/2025), didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Yopi Krislova, serta jajaran sekolah penerima.

Menurut Wali Kota Padang Fadly Amran, pendidikan yang baik tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi non-akademik siswa, termasuk seni dan musik.

“Kita tentu ingin meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anak-anak kita, baik di bidang akademis maupun non-akademis. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan berupaya memfasilitasi keinginan belajar siswa, baik dalam kesenian, keolahragaan, keagamaan, pramuka, maupun sains,” ujar Fadly.

Ia juga menegaskan bahwa Pemko Padang akan terus mendorong penguatan pembelajaran berbasis teknologi seperti programming dan robotic, yang akan dijadikan agenda perlombaan rutin di sekolah.

Lebih jauh, Fadly menyampaikan rencana Pemko Padang untuk menjadikan beberapa sekolah sebagai pilot project sekolah berwawasan internasional.

“Kita ingin beberapa sekolah di Kota Padang bisa ditunjuk menjadi sekolah internasional yang fokus pada penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jerman, dan Arab. Pemerintah akan mendukung fasilitasnya dengan smart board, chromebook, dan aplikasi smart classroom,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan bahwa bantuan alat band diberikan kepada tujuh sekolah, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 25 Padang.

“Bantuan ini berupa satu set alat band lengkap, terdiri dari gitar, organ, mixer, dan lainnya. Sekolah lainnya juga mendapat bantuan sarana olahraga, perbaikan lapangan, dan fasilitas pendukung kegiatan belajar,” ungkap Yopi.

Yopi menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya juga menargetkan pengadaan smart board untuk seluruh sekolah di Kota Padang guna mempercepat transformasi digital pendidikan.

Salah satu penerima bantuan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Padang Neldawati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemko Padang terhadap pengembangan bakat siswa.

“Kami sangat senang dengan bantuan ini karena bisa kembali menghidupkan band sekolah yang sempat vakum. Setelah aktif lagi berkat guru PL yang pandai bermusik, kami tampil di acara English Day dan lomba di UNP. Kegiatan itu sempat diunggah ke media sosial hingga mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan,” ujar Neldawati.

Ia menambahkan, minat siswa terhadap ekstrakurikuler band kini semakin meningkat karena adanya fasilitas baru. Setiap kegiatan sekolah, para siswa dengan antusias menampilkan penampilan musik mereka.

Melalui program ini, Pemko Padang berharap kegiatan seni menjadi ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas, melatih kolaborasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. 

Bantuan alat musik tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemko Padang dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada pengembangan potensi dan karakter generasi muda Kota Padang.

#Anisa/Taufik 

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Padang diminta atensinya selama bulan November 2025. Mereka diwajibkan mendaftarkan daerahnya untuk ikut lomba kebersihan. 

"Mulai tanggal 1 November 2025 seluruh Ketua RT di Padang diminta untuk mendaftarkan diri mengikuti lomba 'Padang Rancak Award 2025'," kata Wali Kota Padang Fadly Amran, Jumat (31/10/2025). 

Lomba 'Padang Rancak Award' merupakan lomba kebersihan tingkat Kota Padang. Lomba itu dimulai 1 November hingga 1 Desember mendatang. 

"Ada 3.546 Ketua RT di 11 kecamatan, kita imbau untuk segera mendaftar melalui aplikasi 'Padang Mobile', mengikuti penilaian mandiri (self assessment) sebagai tahap awal penilaian lomba," sebut wali kota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Fadelan Fitra Masta. 

Penilaian tahap pertama pada lomba antar RT se-Kota Padang itu dilakukan 1-15 November. Indikator penilaian yakni cakupan layanan penuh pengumpulan sampah oleh LPS, cakupan layanan bank sampah, tingkat kepatuhan pemilahan sampah, serta tingkat pengurangan / pengolahan sampah organik di sumber. 

Lomba tersebut dilakukan sebanyak empat tahap. Tahap kedua yakni penilaian oleh camat, lurah dan RW. Penilaian dilakukan pada 10-17 November. 

Di tahap kedua penilaian, camat, lurah dan RW memberikan penilaian klasifikasi A (terbaik), B (menengah), C (terbawah) terhadap kondisi RT di wilayah masing-masing dengan komposisi seimbang, melalui aplikasi Padang Mobile. 

Indikator penilaian tahap kedua ini yakni aspek kebersihan, keindahan, ketertiban. Kemudian kondisi lingkungan bersih tanpa sampah dan rumput liar. Tidak ada pembakaran sampah, PKL tertib dilayani oleh LPS, tidak ada bangunan liar, taman atau halaman rumah warga tertata rapi serta indah. 

Kemudian di tahap ketiga, dilakukan verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan 18-21 November. Penilaian tahap ini berdasarkan akumulasi nikai tahap satu dan dua. Verifikasi lapangan dilakukan oleh 300 mahasiswa berdasarkan pedoman dewan juri untun menilai 600 RT nominasi se-Kota Padang. 

Indikator penilian tahap ketiga ini yakni gorong royong dan kepemimpinan RT serta RW. Kemudian layanan penuh pengumpulan sampah, kebersihan jalan dan drainase, penghijauan dan keindahan lingkungan, pemilahan sampah dan kepatuhan retribusi. Selanjutnya ketertiban tata ruang dan bangunan, pengelolaan air limbah, keamanan dan kenyamanan lingkungan serta kinerja LPS dan bank sampah. 

Di tahap akhir atau penilaian final, dewan juri melakukan penilaian mulai tanggal 24 November hingga 1 Desember. Dewan juri yang terdiri dari unsur akademisi, junalis, Pemko, akan memilah 33 RW dan 231 RT terbaik kecamatan, serta menetapkan LPS, bank sampah, RW dan RT terbaik se-Kota Padang. 

"Di tahap akhir ini terdapat indikator penilaian, seperti konsistensi dan keberlanjutan gerakan warga, inovasi dan dampak nyata di lingkungan," jelas Kepala Dinas LH Padang, Fadelan Fitra Masta. 

Nantinya, juara tingkat kota akan mendapatkan hadiah menarik. LPS terbaik mendapatkan hadiah Rp10 juta. Kemudian Bank Sampah terbaik sebesar Rp10 juta, RW terbaik sebesar Rp8 juta, serta RT terbaik sebesar Rp8 juta. 

Sementara RT dan RW terbaik tingkat kecamatan mendapat hadiah yakni juara I sebesar Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga sebesar Rp1 juta.

#Charlie/Niken

Jejaring,
Padang (Sumbar)___ Kebakaran melanda kawasan pertokoan Blok A Pasar Raya Padang pada Kamis dini hari (30/10/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.10 WIB ini menghanguskan tiga petak toko, Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut laporan dari Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang Rinaldi menyebutkan api pertama kali terlihat oleh saksi yang bertugas di area pasar. Melihat asap dan kobaran api dari salah satu toko, saksi segera melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lima unit armada pemadam dengan 60 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Unit pertama berangkat pukul 02.12 WIB dan tiba di lokasi tiga menit kemudian. Petugas segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke toko lain di kawasan padat tersebut.

“Kami menerima laporan pukul 02.10 WIB dan langsung menuju lokasi. Api cepat membesar karena banyak material mudah terbakar di dalam toko,” ungkap Rinaldi

Tiga toko yang terbakar masing-masing terdiri dari Toko Sepatu, toko sandal, serta satu toko lainnya yang dalam kondisi kosong. Sementara itu, sekitar 12 toko di sekitar lokasi berpotensi terdampak namun berhasil diselamatkan oleh petugas.

Api berhasil dipadamkan setelah melalui proses pemadaman intensif di tengah padatnya pertokoan. Berdasarkan data sementara, luas area yang terbakar mencapai sekitar 27 meter persegi 

Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar, sedangkan nilai barang yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp3 miliar.

Ia juga menambahkan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, tim dari Polri, Satpol PP, PMI, dan Dinas Perdagangan juga berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan area.

“Situasi sudah terkendali, namun area masih dipasangi garis pengaman untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Rinaldi

Pemerintah Kota Padang mengimbau seluruh pedagang di Pasar Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan keamanan instalasi listrik dan menonaktifkan peralatan elektronik setelah beraktivitas.

#MEP

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Komandan Korem 032/Wira Braja Brigjen TNI Machfud, S.E., M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Kodim 0319/Mentawai yang berlangsung di Aula Sapta Marga Makodam XX/TIB, Kota Padang, Rabu (29/10/2025).

Jabatan Dandim 0319/Mentawai resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Restu Petrus Simbolon, S.I.P., M.I.P. kepada Letkol Inf Bambang Budi Hartanto. Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Machfud menyampaikan bahwa pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan hal yang wajar dan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan karier, penyegaran tugas, serta peningkatan kinerja satuan.

Letkol Inf Restu Petrus Simbolon, S.I.P., M.I.P. selanjutnya akan menduduki jabatan baru sebagai Waaster Kasdam I/Bukit Barisan, sedangkan penggantinya, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, sebelumnya menjabat sebagai Kabagum Rindam I/Bukit Barisan.

#Ril/Niken

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal, Pemerintah Kota Padang membentuk "Dubalang Kota". Sebanyak 208 Dubalang itu akan menjaga kota setiap hari. 

Seluruh Dubalang Kota dikukuhkan di Gedung Youth Center, Kamis (30/10/2025). Selain dikukuhkan, mereka juga dibekali kendaraan operasional. 

"Mengaktifkan progul Padang Sigap kami telah menginisiasi Dubalang Kota sebagai langkah konkret menegakkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat," ungkap Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengukuhkan Dubalang Kota. 

Dubalang Kota dikukuhkan setelah mendapat rekomendasi dari niniak mamak di tiap nagari / kelurahan di Kota Padang. Mereka orang pilihan yang kemudian bertugas menjaga daerah masing-masing. Sebagai "parik paga nagari", menjaga daerah dari masalah keamanan ketertiban umum. 

"Tidak saja keamanan, tetapi kita menghidupkan kembali hidup bernagari, di belakang Dubalang Kota harus ada Niniak Mamak, supaya Dubalang melapor ke Niniak Mamak," terang Fadly Amran. 

Usia Dubalang Kota bervariasi. Paling tua berusia 50 tahun. Mereka diangkat sebagai Dubalang Kota karena memang selama ini menjadi garda terdepan di daerahnya. 

"Hari ini kita serahkan sebanyak 79 unit kendaraan operasional roda dua untuk Dubalang Kota," ujar Fadly. 

Berbekal kendaraan itu nantinya, Dubalang Kota mengitari kota setiap malam. Mereka bertugas mulai pukul 21.00 hingga pukul 05.00 WIB pagi. Karena memang pada jam tersebut merupakan jam rawan terjadinya masalah trantibum. 

Dubalang Kota Masifkan Drill Gempa dan Tsunami

Selain diminta untuk mengamankan kota, Dubalang Kota juga diminta untuk memberi pemahaman kepada warga terkait drill gempa dan tsunami yang akan digelar 5 November mendatang. Wali Kota meminta Dubalang Kota untuk turut aktif ke tengah masyarakat, melakukan sosialisasi. 

"Berikan pemahaman kepada warga tentang drill gempa dan tsunami yang akan kita lakukan, beri pemahaman ke mana warga akan melakukan evakuasi dan apa yang dilakukan," imbau Fadly Amran. 

Latihan kesiapsiagaan gempa dan tsunami itu dilakukan pada tanggal 5 November pukul 10.00 WIB di delapan kecamatan yang berada di zona merah tsunami. Nantinya akan dibunyikan sirene dan warga diimbau untuk menyelamatkan diri ke tempat evakuasi sementara yang terdekat. 

Dubalang Kota Perpanjangan Tangan Pemerintah

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra mengatakan para Dubalang akan ditempatkan di seluruh kecamatan dengan formasi dua orang per kelurahan. Mereka bekerja di bawah koordinasi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan, bersinergi dengan Babinsa, Babinkamtibmas, serta unsur masyarakat di tingkat kelurahan.

“Mendukung kinerja, para Dubalang Kota difasilitasi dengan kendaraan operasional, seragam tugas, serta uang transportasi per kegiatan. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan berbasis adat nagari, sesuai dengan semangat Badagok, Badantang, dan Badunsanak,” terang Kasatpol PP Padang itu.

#Charlie 

Jejaring,
PADANG (SUMBAR)___ Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama seluruh pihak terkait berkomitmen mempercepat proses pembebasan lahan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Komitmen itu ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Rabu (29/10/2025).

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta sepakat untuk menuntaskan proses pembebasan lahan dalam waktu dua bulan ke depan, agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar, Teddi Guspriadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar, Ahdiarsyah.

Turut hadir juga perwakilan Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku pelaksana proyek, Pemerintah Kota Padang dan para niniak mamak dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, seluruh pihak telah menyepakati agar pembebasan lahan dapat diselesaikan secepatnya, paling lambat Desember 2025.

“Kita sepakat untuk menuntaskan pembebasan lahan Flyover Sitinjau Lauik ini secepat mungkin. Insya Allah pada bulan November atau paling lambat Desember sudah selesai. Semua pihak mendukung percepatan ini,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi agar proses pembebasan berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kita tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Karena itu, saya minta Dinas Perkimtan, BPN, HPSL, dan niniak mamak agar terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Semua harus berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga rasa saling percaya,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin (27/10), Gubernur Mahyeldi bersama Deputi Infrastruktur Dasar Kemenko Infraswil telah meninjau langsung lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Dari hasil peninjauan, diketahui pengerjaan fisik belum dapat dimulai karena pembebasan lahan masih belum rampung.

Proyek Flyover Sitinjau Lauik ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang ditujukan untuk mengatasi masalah kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur ekstrem Padang–Solok.

Total investasi proyek ini mencapai Rp2,8 triliun, dengan tambahan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp562 miliar, dan membutuhkan lahan seluas 18,7 hektare. 

#adopsi/nov 

Jejaring,
Padang (SUMBAR)___ Pemerintah Kota Padang akan terus memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi itu bertujuan untuk mewujudkan tata kelola kota yang efektif dan efisien. 

Rencana terbaru yang dilakukan yakni penggunaan surveillance camera dan sistem identifikasi digital bagi masyarakat maupun pelaku wisata.

“Ke depan, setiap area wisata akan dipantau dengan kamera pintar dan sistem deteksi digital. Tour guide atau masyarakat yang masuk (objek wisata) harus teridentifikasi secara otomatis agar kawasan wisata steril dan tertib,” ujarnya Fadly Amran saat membuka kegiatan FGD Smart City di Balai Kota Padang, Rabu (29/10/2025)..

Selain pengawasan di kawasan wisata, Wali Kota juga menegaskan akan memperketat penegakan aturan lalu lintas di Kota Padang. 

Ia menginstruksikan agar kendaraan yang parkir sembarangan segera ditindak, termasuk dengan penguncian ban.

“Tidak ada lagi negosiasi. Kita ingin disiplin menjadi budaya kota ini,” tegasnya.

Langkah digitalisasi ini tidak hanya berfokus pada sistem pengawasan, tetapi juga pada penguatan big data lintas dinas. Pemko Padang menargetkan agar seluruh informasi dari OPD dapat terhubung dalam satu sistem terpadu yang mudah diakses dan dikelola.

“Kita ingin seluruh data dari OPD dikompilasi menjadi one big data. Kominfo sudah menyiapkan platformnya, tinggal bagaimana setiap dinas memanfaatkannya secara maksimal,” jelas Wali Kota.

Diketahui, jumlah inovasi digital pun telah dijalankan di Kota Padang, seperti aplikasi Padang Mobile, Smart Surau, Trans Padang, hingga sistem surveillance kota yang terintegrasi.

“Itu semua bukan hanya kerja Diskominfo, tapi hasil kolaborasi antar-dinas yang menitipkan datanya untuk ditampilkan secara terbuka kepada masyarakat,” ungkap Fadly Amran.

Wali Kota berharap agar setiap dinas mampu menciptakan inovasi komunikasi cerdas di lingkungan masing-masing.

“FGD ini bukan hanya tempat curhat pembangunan kota, tapi forum untuk melahirkan solusi cerdas bagi kemajuan Padang,” tutupnya.

Langkah-langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Pemko Padang dalam menghadirkan pemerintahan berbasis digital yang transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik menuju kota cerdas (Smart City). 

#Ghaza/Charlie

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.