Dua Hari Berturut- Turut, Kabar Itu Datang Seperti Hujan yang Tak Sempat Kita Siapkan Payungnya
Oleh:
Rabu, 25 Februari 2026, Afriyandi, jurnalis Metro TV Wilayah Sumatera Barat, berpulang. Sehari berselang, Kamis, 26 Februari 2026, Perdana Putra, jurnalis Kompas.com yang sebelumnya adalah wartawan Harian Haluan, menyusul. Keduanya adalah sahabat saya saat sama-sama melakoni profesi sebagai jurnalis. Dan, keduanya, saya bersaksi, adalah orang-orang baik.
Dua nama. Dua suara. Dua orang yang selama ini saya kenal bukan sekadar pemburu berita, tetapi penjaga makna di balik peristiwa.
Menjadi jurnalis bukan hanya soal hadir di lokasi kejadian, menenteng mikrofon, atau mengetik cepat sebelum tenggat. Ia adalah kerja sunyi: menimbang fakta, menahan opini, menjaga agar kebenaran tidak tergelincir. Dan dalam kerja sunyi itu, mereka pernah berdiri.
Afriyandi dengan dedikasinya di layar kaca.
Perdana Putra dengan ketekunannya merangkai kata di ruang digital. Kepergian dua insan pers dalam dua hari ini, seperti menyisakan jeda yang panjang di ruang redaksi batin kita. Sunyi. Kosong. Dan tak mudah diterjemahkan.
Semoga segala langkah mereka dalam menyuarakan kebenaran menjadi amal yang tak terputus. Semoga Allah SWT menerima seluruh kebaikan mereka, melapangkan kuburnya, dan menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga dikuatkan. Untuk kawan-kawan jurnalis, semoga tetap teguh. Karena pada akhirnya, berita boleh selesai tayang. Tetapi jejak orang-orang yang menuliskannya, tak pernah benar-benar hilang.
#Maryulis Max

Post a Comment